Ketika sajak sajak terngiang dalam sunyi
Lamunanku pecah menjadi haru
Ribuan titik hitam yang aku sebut sebagai malam
Menjelma menjadi kelabu
Ada apa gerangan tuan?
Seakan sedang menyusuri ruang hati tanpa jeda
Menembus dinding
Dan tiba-tiba sampai pada lirih ingatan yang terdalam
Ingatkah waktu terakhir kita bertemu?
Sebuah pesan yang terdengar parau
Riungan kata-kata yang tak mampu aku definisikan
Lalu tatapmu kemudian menjelaskan sesuatu
Malam itu gelap dan semakin kelam
Kalimat dan tatapmu itu menjadi dinding pemisah antara keinginan dan kenyataan
Sementara waktu perlahan menjelma menjadi jarak
Yang kemudian aku simpulkan sebagai rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar