Kamis, 03 Mei 2018

Berjudi

mencintaimu adalah perjudian yang paling rela yang pernah aku ikuti
pada saat dimana aku keluar menjadi pecundang dalam aturanmu
yang paling sabar adalah yang menang
dan aku kalah telak akhirnya

tunggu dulu, aku bukanlah peserta sebenarnya didalam perjudian ini
aku hanya ikut serta memeriahkan
lebih tepatnya diam-diam memeriahkan
aku adalah peserta yang serba tahu
aku mengetahui semua peserta
dengan cerdik aku mencari celah
sejauh yang aku tahu, mereka akan kalah

oh tidak.. ternyata aku lengah
seseorang yang tidak pernah terlihat eksistensinya
di detik-detik akhir permainan ternyata muncul sebagai pemenang
perjudian ini selesai dengan permainan tertutup
menyebalkan
aturan yang satu itu tidak pernah ku tahu

aku memutuskan meninggalkan perjudian itu dengan hati yang paling patah
mencoba untuk mencari perjudian yang lebih nyata

bicara tentang kesabaran
kau mungkin lupa satu hal
pada saat dimana kau membanggakan sipemenang dihadapanku
dihadapan peserta yang kalah
kau menyematkan medali perak untuknya
sedangkan aku menerima kekalahan dengan terluka
berusaha tertawa mengalahkan ego diri sendiri

kau mungkin lupa
didalam perjudian ini
dengan aturanmu sendiri aku keluar sebagai pecundang yang tak tahu diri
tapi dalam aturanku, akulah pemenang dengan permainanku sendiri
permainan melawan ego, melawan ketidakmungkinan
didalam aturanku medali emas mungkin pantas untukku

tenanglah sayang
permainan ini telah usai
pemenang memang sudah tersemat dibabak pertama
perjudian ini memang hanya untuk kemeriahan

kekalahan hanyalah titik awal perjudian yang baru
dan kali ini aku bukanlah peserta
akulah yang diperjudikan.

Rabu, 02 Mei 2018

Menerima Kekalahan

Malam ini aku memutuskan untuk mengunjungi Blog ini yang sudah lama terbengkalai, yaa memang sebelumnya tidak terlalu terurus dengan baik contohnya dengan cara aku menulis dan hasil tulisan yang berceceran. Entah memulainya dari mana, mengingat begitu banyak kejadian yang sangat banyak dan begitu sulit untuk dituliskan. Tapi sampai detik ini aku percaya bahwa semua yang terjadi adalah untuk membentukku.

Kita semua punya cara masing-masing untuk menjalani hidup ini kan? entah mengapa aku hanya sedang merasa diawasi, dipantau, dan diikuti perkembangannya. Oleh siapa aku tidak tahu. Tapi aku tidak peduli. Siapapun kamu, semoga kita bisa dengan bijak menyimpulkan suatu hal.

Aku hanya ingin membebaskan diri dengan semua hal, ini terlalu rumit untuk dijelaskan. Aku sudah merasa cukup dengan semua ini. Kekecewaan yang menghantuiku setiap waktu membuat aku menjadi penakut untuk berhadapan dengan kenyataan.

Tapi itu semua sudah lewat. Aku sudah berdamai dengan diriku sendiri. Tidak perlu merasa kecil hati lagi pesannya. 

Teruntuk dirimu yang sekarang bersamanya, aku sangat bersyukur orang seperti dirimulah yang akhirnya selalu ada untuknya. Dia beruntung mendapatkan cintamu. Tolong jaga dia baik-baik, dia butuh kamu. Dan selalu ingatlah ini, bahwa aku adalah salah satu dari masalalunya jadi tidak perlu dipermasalahkan. Semua orang punya masalalu, dan masalalu lah yang membentuk kita hari ini.

Aku percaya bahwa ini adalah salah satu ketentuan Tuhan. Dan aku? harusnya kau tahu bahwa aku telah menerima kekalahan dengan bijaksana. Tolong jangan khawatirkan keberadaanku, dan tolong jangan meminta maaf atas apapun karena bagiku itu hanya bentuk lain dari keangkuhanmu sebagai pemenang.

Kita semua akan baik-baik saja:)